JATIMAREA.COM – Langkah Liverpool di ajang Piala FA harus terhenti secara menyakitkan. Bertamu ke Etihad Stadium pada laga perempat final, Sabtu (4/4/2026), The Reds hancur lebur di tangan Manchester City dengan skor telak 4-0.
Kekalahan memalukan ini tidak hanya memupus harapan meraih trofi domestik, tetapi juga semakin menyudutkan posisi sang manajer, Arne Slot.
1. 35 Menit Pertama yang Mengecewakan
Manajer asal Belanda tersebut tidak mampu menutupi rasa kecewanya. Ia menyoroti performa timnya yang tampil tanpa gairah sejak peluit pertama dibunyikan. Liverpool dinilai gagal mengimbangi intensitas permainan The Citizens.
“Ini merupakan kekecewaan yang luar biasa. Selama 35 menit pertama, ada banyak hal yang tidak saya sukai dari tim saya. Kebobolan empat gol bukanlah standar Liverpool yang sesungguhnya,” ujar Slot melalui laman resmi klub, Minggu (5/4/2026).
Slot mengakui bahwa City tampil jauh lebih klinis dalam memanfaatkan peluang, sementara para pemainnya seringkali “lupa” akan dasar-dasar bertahan, seperti memblok umpan silang dan menjaga pergerakan lawan.
2. Sorotan Terhadap Mentalitas Pemain
Menanggapi komentar gelandang Dominik Szoboszlai mengenai hilangnya semangat juang tim, Slot sepakat bahwa aspek mental menjadi masalah krusial dalam laga ini. Menurutnya, kegagalan memenangkan duel-duel kunci membuat skema permainan Liverpool berantakan.
“Keinginan untuk memenangkan duel atau menjadi yang pertama dalam merebut bola sangat minim. Hal itu akhirnya menyulitkan kami dalam membangun umpan maupun penyelesaian akhir,” tambahnya.
3. PSG Jadi Peluang Terakhir
Musim ini menjadi periode yang berat bagi Liverpool dengan catatan 15 kekalahan di berbagai kompetisi. Dengan tersingkirnya mereka dari Piala FA, satu-satunya harapan tersisa untuk mengangkat trofi hanyalah di Liga Champions.
Arne Slot meminta maaf kepada para penggemar yang harus menyaksikan kekalahan telak tersebut dan berjanji akan memberikan reaksi keras saat menghadapi Paris Saint-Germain (PSG) di laga hidup-mati mendatang.
“Kami tidak ingin penggemar pulang lebih awal. Kami akan menunjukkan reaksi nyata setelah kekalahan ini. Menghadapi tim berkualitas seperti City, hampir mustahil menang jika upaya kita berkurang,” pungkas mantan pelatih Feyenoord tersebut. (GHK)




