ESDM Targetkan Produksi CNG 3 Kg Juli 2026, Masyarakat Cukup Bayar Isi Gas

JATIMAREA.COM – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memberikan kepastian terkait mekanisme penggunaan Compressed Natural Gas (CNG) 3 kilogram (kg) yang diproyeksikan menjadi substitusi bagi Liquefied Petroleum Gas (LPG) bersubsidi. Masyarakat dipastikan tidak perlu merogoh kocek untuk membeli tabung baru saat program ini mulai diterapkan.

Dirjen Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, menjelaskan bahwa kepemilikan tabung CNG seberat 3 kg tersebut nantinya sepenuhnya berada di tangan badan usaha. Sistem yang berlaku di lapangan akan mengadopsi mekanisme penukaran yang persis sama dengan tabung LPG saat ini.

“Tabungnya itu nanti polanya bukan dibeli oleh masyarakat, tapi milik badan usaha. Jadi, masyarakat tinggal tukar-tukar aja,” kata Laode di Jakarta, Sabtu (27/6/2026).

Laode menegaskan bahwa skema ini juga bukan merupakan sistem sewa tabung. Dengan begitu, masyarakat dipastikan bebas dari biaya tambahan di luar pembelian isi gas yang mereka konsumsi.

“Masyarakat juga tidak sewa. Jadi, masyarakat hanya beli isinya aja,” tambahnya.

Uji Coba Tahap Ketiga Bersama Pertamina
Pada kesempatan terpisah, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa pemerintah saat ini tengah memasuki tahap ketiga dalam uji coba penggunaan CNG untuk tabung gas bersubsidi 3 kg tersebut. Langkah strategis ini digandeng bersama PT Pertamina (Persero).

Program substitusi ini diharapkan menjadi salah satu solusi konkret pemerintah untuk menekan ketergantungan Indonesia terhadap impor LPG yang selama ini membebani neraca energi nasional.

“Nah CNG ini sekarang sudah masuk dalam tahap ketiga untuk gas tabung 3 kilonya sama-sama Pertamina,” ungkap Bahlil.

Bahlil menjelaskan bahwa pemanfaatan teknologi CNG sebenarnya bukan hal baru di tanah air. Tabung CNG dengan kapasitas lebih besar, yakni 12 kg hingga 50 kg, telah jamak digunakan di berbagai sektor komersial, seperti hotel, restoran, katering, hingga dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG).

READ  Jelang Nataru 2025/2026, Menhub Dudy Purwagandhi Pimpin Rakor Kesiapan Jalur Ketapang–Gilimanuk

Target Produksi Massal Mulai Juli 2026
Pemerintah memasang target optimistis agar proses pengujian tahap ketiga ini dapat rampung dalam waktu dekat. Jika berjalan sesuai rencana, produksi massal tabung CNG 3 kg dijadwalkan dapat dimulai pada Juli 2026 mendatang.

“Sekarang kita lakukan uji tahap ketiga, mudah-mudahan bulan Juli sudah bisa produksi. Nah kalau ini mampu kita lakukan, berarti kita bisa menahan impor LPG,” pungkas Bahlil. (LUY)