Perkuat Transparansi, PGN Ajak Investor Ritel Tinjau Fasilitas Operasi Gas Bumi di Sumatera Utara

JATIMAREA.COM – PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) selaku Subholding Gas Pertamina mengambil langkah strategis untuk memperkuat transparansi kepada publik dan pemegang saham. PGN mengajak investor ritel terbesar Perseroan untuk meninjau langsung fasilitas operasi gas bumi di wilayah Sumatera Utara.

Agenda kunjungan lapangan ini bertujuan untuk menunjukkan secara langsung kesiapan infrastruktur riil yang menjadi fondasi utama pertumbuhan bisnis gas bumi di wilayah Sumatera dan Kepulauan Riau. Melalui kegiatan ini, para investor mendapatkan gambaran menyeluruh mengenai manajemen pengelolaan infrastruktur, keandalan pasokan, hingga potensi pengembangan pasar gas bumi di masa depan.

Potensi pertumbuhan tersebut ke depan akan semakin diperkuat melalui berbagai proyek strategis. Salah satu fokus utamanya adalah dukungan penuh PGN terhadap pembangunan Pipa Transmisi Sumatera Utara–Riau (Sutri) yang saat ini tengah dilaksanakan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Pengembangan jaringan transmisi ini diharapkan dapat mendongkrak konektivitas pasokan sekaligus membuka peluang pemanfaatan gas bumi di berbagai pusat pertumbuhan ekonomi baru.

Berdasarkan data operasional hingga April 2026, PGN melalui Sales and Operation Region I (SOR I) tercatat telah menyalurkan gas bumi sebesar kurang lebih 147 BBTUD. Pasokan energi bersih tersebut didistribusikan untuk melayani lebih dari 136 ribu pelanggan yang tersebar di wilayah Sumatera dan Kepulauan Riau.

Kombinasi Karakteristik Pasar dan Fleksibilitas Pasokan
Direktur Infrastruktur dan Teknologi PGN, Heri Murahmanta, menjelaskan bahwa wilayah Sumatera dan Kepulauan Riau memiliki karakteristik pasar unik yang saling melengkapi. Di satu sisi, terdapat pelanggan industri berkapasitas besar (high volume anchor) seperti yang berkembang di Batam. Di sisi lain, wilayah ini juga memiliki pasar dengan tingkat penetrasi tinggi (high penetration market) seperti di Palembang dan Medan.

READ  Perkuat Ketahanan Pangan, IWAPI Jatim Gelar Rakerda IV

“Kombinasi karakteristik pasar tersebut menjadi kekuatan bagi PGN dalam menjaga pertumbuhan bisnis yang sehat dan berkelanjutan, sekaligus menciptakan portofolio pelanggan dengan profil risiko yang lebih terukur,” ujar Heri saat memberikan keterangan.

Dari sisi ketahanan infrastruktur, operasional PGN di Sumatera Utara didukung penuh oleh jaringan pipa yang dikelola oleh anak usahanya, PT Pertamina Gas Operation North Sumatera Area (ONSA). Jaringan ini telah terintegrasi dengan berbagai sumber pasokan domestik, termasuk fasilitas regasifikasi LNG Arun serta pasokan dari sejumlah blok hulu (kegiatan eksploitasi). Gas bumi tersebut kemudian didistribusikan secara berkelanjutan untuk memenuhi sektor vital seperti pembangkit listrik, kawasan industri, hingga industri pupuk.

Integrasi Jaringan Gas Bumi Pulau Sumatera
Lebih lanjut, Heri menekankan bahwa proyek pengembangan Pipa Transmisi Sumatera Utara–Riau akan menjadi milestone strategis dalam memperkuat konektivitas pipa gas di sepanjang Pulau Sumatera. Jaringan transmisi baru ini nantinya akan menghubungkan wilayah Sumatera bagian utara, tengah, hingga selatan. Walhasil, PGN akan memiliki fleksibilitas penyaluran gas bumi yang jauh lebih luas, membentang langsung dari Aceh sampai ke Lampung.

“Bagi PGN, integrasi jaringan gas bumi memberikan fleksibilitas yang lebih tinggi dalam mengelola pasokan sekaligus membuka akses terhadap sumber gas baru. Dengan sistem yang semakin terhubung, pemanfaatan gas domestik dapat dioptimalkan untuk memenuhi kebutuhan berbagai sektor ekonomi secara lebih andal dan efisien,” jelas Heri.

Di samping rencana interkoneksi antardaerah tersebut, PGN saat ini telah mengoperasikan jaringan pipa gas bumi sepanjang kurang lebih 1.834 kilometer yang khusus melayani sektor rumah tangga, pelanggan kecil, pelanggan komersial, hingga industri di wilayah Sumatera bagian Utara. Keandalan operasional ini juga ditopang oleh keberadaan fasilitas offtake station strategis seperti Pasar IX, yang berfungsi meningkatkan fleksibilitas distribusi sekaligus mendukung efisiensi pengembangan jaringan gas di masa-masa mendatang. (SDQ)