TelkomGroup Tanam 20 Ribu Mangrove di Jepara dan Manggarai Barat

JATIMAREA.COM – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) terus memperkuat komitmennya dalam menjalankan praktik bisnis berkelanjutan melalui aksi nyata pelestarian lingkungan. Terbaru, TelkomGroup menanam sebanyak 20.000 bibit mangrove di dua kawasan pesisir Indonesia, yakni Desa Kedungmalang, Kecamatan Kedung, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, dan Desa Golo Sepang, Kecamatan Boleng, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.

Aksi tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Konservasi Mangrove Internasional pada 26 Juli dan Hari Konservasi Alam Internasional pada 28 Juli. Kegiatan sekaligus menegaskan komitmen TelkomGroup dalam mendukung pelestarian lingkungan dan pembangunan berkelanjutan.

Kegiatan penanaman melibatkan para relawan dari holding company, Telkom Regional III, PT Telkom Infrastruktur Indonesia (InfraNexia), serta PT Telkom Akses. Kolaborasi tersebut dilakukan bersama masyarakat dan pemangku kepentingan setempat untuk menjaga kelestarian ekosistem pesisir sekaligus memperkuat peran masyarakat dalam pembangunan yang berkelanjutan.

Aksi penanaman mangrove merupakan implementasi dari inisiatif keberlanjutan GoZero% – Sustainability Action by Telkom Indonesia, khususnya pilar Save Our Planet yang berfokus pada mitigasi perubahan iklim melalui pelestarian lingkungan.

Selain membantu mengurangi risiko abrasi dan mendukung penyerapan emisi karbon, program tersebut menjadi bagian dari komitmen TelkomGroup dalam menjaga keseimbangan ekosistem di sekitar wilayah operasional dan infrastruktur digital perusahaan.

EVP Telkom Regional III Rachmad Dwi Hartanto mengatakan, Telkom memandang keberadaan perusahaan di suatu wilayah harus memberikan nilai tambah bagi masyarakat dan lingkungan sekitar.

“Di Telkom Regional III, kami memandang bahwa setiap aktivitas operasional harus memberikan nilai tambah bagi wilayah tempat kami hadir. Karena itu, kami berkomitmen untuk terus menjalankan berbagai inisiatif keberlanjutan bersama masyarakat dan para pemangku kepentingan sebagai bagian dari tanggung jawab kami terhadap lingkungan,” ujar Rachmad.

READ  Kolaborasi dengan BRIN, Terminal Teluk Lamong Kembangkan Ruang Terbuka Hijau Berbasis Konservasi

Sementara itu, VP Sustainability Telkom Gunawan Wasisto Ciptaning Andri menegaskan bahwa keberlanjutan tidak hanya diwujudkan melalui pembangunan infrastruktur yang ramah lingkungan, tetapi juga melalui kontribusi langsung dalam menjaga alam dan memberikan manfaat kepada masyarakat.

“Kami percaya bahwa keberlanjutan harus tumbuh bersama kemajuan teknologi. Karena itu, TelkomGroup tidak hanya membangun konektivitas digital, tetapi juga peduli terhadap kondisi alam, menjaga ekosistem dan memberdayakan masyarakat di sekitar wilayah operasional agar manfaat yang dihadirkan dapat dirasakan secara berkelanjutan,” kata Gunawan.

Fokus Rehabilitasi Pesisir Jepara

Di Desa Kedungmalang, Kecamatan Kedung, Kabupaten Jepara, penanaman 10.000 bibit mangrove dilakukan karena kawasan pesisir tersebut menghadapi persoalan abrasi dan membutuhkan rehabilitasi ekosistem mangrove sebagai pelindung alami garis pantai.

Penanaman dilakukan bersama masyarakat, pemerintah daerah, dan berbagai pemangku kepentingan. Selain memperkuat ketahanan kawasan pesisir, kegiatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran kolektif masyarakat mengenai pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.

Sementara itu, sebanyak 10.000 bibit mangrove lainnya ditanam di Desa Golo Sepang, Kecamatan Boleng, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.

Kawasan tersebut memiliki nilai ekologis tinggi dan berada di sekitar wilayah operasional infrastruktur digital TelkomGroup. Penanaman mangrove menjadi bentuk tanggung jawab perusahaan dalam menjaga keberlanjutan lingkungan sekaligus mendukung pemberdayaan masyarakat pesisir.

Di lokasi tersebut, TelkomGroup juga mengaktifkan Rumah Edukasi Mangrove yang difungsikan sebagai pusat pembelajaran, konservasi, dan pemberdayaan masyarakat.

Rumah Edukasi Mangrove menjadi ruang bagi masyarakat untuk meningkatkan kapasitas dan pemahaman mengenai pentingnya pelestarian ekosistem pesisir. Sarana tersebut juga diharapkan dapat mendorong kolaborasi masyarakat dalam mengelola kawasan pesisir secara berkelanjutan.

Pendekatan tersebut menunjukkan upaya TelkomGroup mengintegrasikan pembangunan teknologi dan konektivitas digital dengan konservasi alam serta pengembangan kapasitas masyarakat.

READ  Kemenag Jember Mulai Siapkan Keberangkatan Haji 2026, Pendaftar Oktober 2012 Diproyeksi Berangkat

179.150 Bibit Mangrove Sepanjang 2024–2026

Komitmen TelkomGroup terhadap pelestarian ekosistem pesisir juga tercermin dari berbagai program rehabilitasi mangrove yang dilakukan di sejumlah wilayah Indonesia.

Sepanjang periode 2024–2026, TelkomGroup telah merealisasikan penanaman sebanyak 179.150 bibit mangrove di berbagai daerah pesisir.

Program tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga keanekaragaman hayati, meningkatkan ketahanan kawasan pesisir, serta mendukung pencapaian target pembangunan rendah karbon.

Berbagai inisiatif hijau yang dijalankan TelkomGroup juga diarahkan untuk mendukung pembangunan ekonomi berkelanjutan melalui pelestarian lingkungan, pemberdayaan masyarakat, dan penciptaan nilai jangka panjang.

Langkah ini sejalan dengan fokus Danantara Indonesia dalam mendorong praktik bisnis berorientasi keberlanjutan, pengelolaan aset secara bertanggung jawab, serta penciptaan dampak positif bagi lingkungan, masyarakat, dan pertumbuhan ekonomi nasional.

Melalui program tersebut, TelkomGroup menegaskan bahwa transformasi digital dan keberlanjutan lingkungan dapat berjalan beriringan. Pembangunan konektivitas tidak hanya diarahkan untuk memperluas akses teknologi, tetapi juga diiringi tanggung jawab menjaga alam dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan. (JCX)