JATIMAREA.COM – Pemerintah Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, mulai melakukan penataan kabel jaringan internet di kawasan perkotaan. Tahap awal penataan difokuskan pada koridor Alun-Alun Lumajang hingga Jalan PB Sudirman, mulai dari perempatan ST sampai kawasan Adipura.
Rencana tersebut disampaikan Bupati Lumajang Indah Amperawati saat bertemu dengan sejumlah penyedia layanan internet di Ruang Mahameru, Kamis (20/8/2026).
Indah mengapresiasi peran para provider yang selama ini mendukung kebutuhan konektivitas masyarakat. Menurutnya, keberadaan internet kini menjadi bagian penting dalam menunjang berbagai aktivitas warga, mulai dari pelayanan publik, pendidikan, hingga kegiatan ekonomi.
“Atas nama Pemkab Lumajang, saya menyampaikan terima kasih telah melayani masyarakat. Kita sama-sama ingin menumbuhkan iklim ekonomi menjadi lebih baik,” kata Indah.
Namun, pertumbuhan layanan digital tersebut, lanjutnya, perlu diimbangi dengan penataan infrastruktur telekomunikasi yang lebih tertib. Keberadaan kabel jaringan yang menjuntai dan tidak tertata di sejumlah ruang publik selama ini menjadi perhatian karena mengganggu estetika sekaligus berpotensi menimbulkan risiko keselamatan.
“Saya ingin Lumajang menjadi lebih rapi dan indah. Salah satunya rencana kami menata kota, mulai Jalan PB Sudirman dari perempatan ST sampai ke Adipura,” ujarnya.
Indah menegaskan penataan kabel jaringan tidak akan dilakukan secara parsial. Pemerintah daerah akan berkoordinasi dengan perangkat daerah terkait serta para penyedia layanan internet agar proses pembenahan tidak mengganggu layanan kepada masyarakat.
“Saya minta kabel-kabel ini dirapikan. Nanti kita koordinasikan dengan Dinas PU. Untuk tahap awal, kawasan Alun-Alun Lumajang hingga Jalan PB Sudirman kita tata terlebih dahulu,” tegasnya.
Untuk mendukung pelaksanaan penataan tersebut, Pemkab Lumajang akan melibatkan Dinas Pekerjaan Umum serta Dinas Komunikasi dan Informatika. Koordinasi dengan para provider juga diperlukan untuk memastikan setiap kabel yang ditata tetap teridentifikasi dan layanan internet masyarakat tetap berjalan.
Penataan infrastruktur telekomunikasi tersebut dinilai memiliki tiga aspek penting, yakni keselamatan, estetika kawasan, dan keberlanjutan akses internet.
Dari sisi keselamatan, kabel yang tidak tertata dapat berpotensi mengganggu pengguna jalan maupun aktivitas masyarakat di ruang publik. Sementara dari sisi estetika, penataan kabel diharapkan dapat memperkuat upaya pemerintah memperindah kawasan perkotaan.
Di sisi lain, kebutuhan terhadap konektivitas internet terus meningkat seiring berkembangnya aktivitas digital masyarakat. Karena itu, pembenahan infrastruktur tidak boleh mengorbankan kualitas maupun keberlangsungan layanan.
Pemkab Lumajang mendorong adanya sinergi antara pemerintah daerah, penyedia layanan internet, dan masyarakat dalam proses penataan tersebut. Dengan dilakukan secara bertahap dan terkoordinasi, pembenahan kabel jaringan diharapkan dapat menciptakan kawasan kota yang lebih aman, rapi, dan nyaman.
Selain memperbaiki wajah perkotaan, penataan tersebut diharapkan mampu mendukung aktivitas ekonomi serta meningkatkan kualitas layanan digital bagi masyarakat Lumajang. (BMO)




