H-7 Lebaran, Arus Kendaraan di Pelabuhan Ketapang Banyuwangi Mulai Meningkat

JATIMAREA.COM – Memasuki H-7 Lebaran 1447 Hijriah, arus kendaraan di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, mulai mengalami peningkatan. Kendaraan pribadi dan bus tampak mendominasi antrean menuju kapal penyeberangan ke Bali pada Sabtu (14/3/2026).

Kepadatan kendaraan sudah terlihat sejak pagi dan memadati area parkir pelabuhan. Peningkatan arus kendaraan tersebut diperkirakan akan terus terjadi seiring semakin dekatnya puncak arus mudik Lebaran.

Kepala Cabang PT ASDP Indonesia Ferry Ketapang, Arief Eko, mengatakan pihaknya telah menyiapkan puluhan armada kapal untuk mengantisipasi lonjakan penumpang selama masa angkutan Lebaran di lintasan Ketapang–Pelabuhan Gilimanuk.

“Kami sudah menyiapkan 55 armada kapal selama angkutan Lebaran 2026. Lonjakan penumpang di lintasan Ketapang–Gilimanuk sudah mulai terjadi sejak kemarin,” ujar Arief, Sabtu (14/3/2026).

Ia menjelaskan, peningkatan jumlah penumpang sudah mulai terlihat sejak H-8 Lebaran atau Jumat (13/3/2026). Berdasarkan data dari Posko Angkutan Lebaran ASDP Ketapang, pada hari tersebut tercatat sebanyak 64.050 penumpang menyeberang di lintasan Ketapang–Gilimanuk, baik dari Jawa menuju Bali maupun sebaliknya.

Dari jumlah tersebut, tercatat sebanyak 6.627 kendaraan roda dua, 5.699 kendaraan roda empat, serta 1.018 bus yang turut menyeberang.

Secara rinci, arus dari Bali menuju Jawa mencapai 37.877 penumpang dengan 6.066 kendaraan roda dua, 3.573 kendaraan roda empat, serta 383 bus. Sementara itu, arus dari Jawa menuju Bali tercatat sebanyak 26.173 penumpang dengan 561 kendaraan roda dua, 2.126 kendaraan roda empat, serta 635 bus.

Pihak ASDP Ketapang bersama instansi terkait juga telah menyiapkan sejumlah langkah untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan selama periode mudik Lebaran. Salah satunya melalui pengaturan arus lalu lintas di kawasan pelabuhan agar proses bongkar muat kapal dapat berjalan lancar.

READ  Moratorium Cukai Tembakau: Pengusaha, Pekerja, Petani Desak Pemerintah Tunda Hingga 2028

Dengan berbagai langkah antisipasi tersebut, diharapkan arus penyeberangan di lintasan Ketapang–Gilimanuk tetap tertib dan perjalanan pemudik dapat berlangsung aman serta nyaman. (IOM)