JATIMAREA.COM – Persebaya Surabaya harus pulang dengan tangan hampa setelah dipaksa mengakui keunggulan Persija Jakarta dalam laga pekan ke-27 BRI Super League 2025/2026. Bertanding di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Sabtu (11/4/2026), tim berjuluk Bajol Ijo itu kalah telak dengan skor 0-3.
Kekalahan ini membuat Persebaya tertahan di papan atas klasemen dengan koleksi 42 poin. Sebaliknya, tambahan tiga poin membawa Persija merangsek ke peringkat ketiga dengan total 55 poin.
Kesalahan Dasar Berujung Petaka
Pelatih Persebaya, Bernardo Tavares, tidak dapat menyembunyikan kekecewaannya. Ia menilai kekalahan timnya dipicu oleh kesalahan mendasar di awal laga yang mengubah jalannya pertandingan.
Persebaya sebenarnya tampil sabar di awal babak pertama. Namun, pada menit ke-16, pelanggaran di kotak terlarang membuat wasit menunjuk titik putih. Allano Lima yang maju sebagai eksekutor berhasil membawa Persija unggul 1-0.
“Gol pertama yang kami terima berawal dari kesalahan mendasar, itu yang membuat saya kecewa. Setelah penalti itu, Persija bermain semakin nyaman dan kami terlalu banyak memberi ruang,” ujar Tavares usai laga.
Persebaya sempat mencoba bangkit dan mencetak gol melalui Mihailo Perovic, namun dianulir wasit karena posisi offside. Skor 1-0 bertahan hingga turun minum.
Efektivitas Serangan Balik Persija
Memasuki babak kedua, Persebaya melakukan sejumlah pergantian pemain untuk menambah daya gedor. Namun, Persija justru tampil lebih efektif melalui skema serangan balik cepat.
Pada menit ke-54, Eksel berhasil menggandakan keunggulan Persija menjadi 2-0. Penyerang Persija tersebut kembali menjadi momok bagi lini pertahanan Persebaya setelah mencetak gol keduanya pada menit ke-76 melalui penyelesaian jarak dekat di depan gawang. Skor 3-0 bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.
Evaluasi Fokus dan Kontrol Emosi
Tavares menyoroti merosotnya mentalitas anak asuhnya saat dalam posisi tertinggal. Menurutnya, hilangnya fokus dan kontrol emosi menjadi faktor utama timnya gagal bangkit di SUGBK.
“Saat tertinggal, fokus dan mental kami menurun. Ini harus jadi evaluasi, terutama soal mentalitas tim. Ketika situasi tidak berjalan baik, kontrol emosi kami menurun. Hal seperti itu tidak boleh terjadi jika kami ingin menjadi tim yang lebih baik,” tegas pelatih asal Portugal tersebut.
Senada dengan sang pelatih, pemain Persebaya Rachmat Irianto mengakui performa tim jauh dari maksimal. Banyaknya kesalahan sendiri membuat skema permainan tidak berkembang.
“Kita bermain tidak bagus hari ini dan perlu banyak evaluasi karena kita banyak melakukan kesalahan baik di area sendiri maupun di depan. Selamat untuk Persija atas kemenangan ini,” kata pemain yang akrab disapa Rian tersebut.
Meski merasa terpukul dengan kekalahan ini, Tavares tetap sportif dan meminta para pemainnya untuk segera belajar dari kegagalan di Jakarta untuk menatap laga-laga selanjutnya. (UNG)




