Suhu Mina Tembus 41 Derajat, Kemenhaj Larang Jemaah Indonesia Lontar Jumrah Pukul 10.00-14.00 WAS

JATIMAREA.COM – Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia (Kemenhaj RI) mengeluarkan imbauan tegas kepada seluruh jemaah haji Indonesia agar tidak melaksanakan ibadah lontar jumrah pada pukul 10.00 hingga 14.00 Waktu Arab Saudi (WAS). Kebijakan ini diterapkan menyusul lonjakan suhu siang hari di kawasan Mina yang mencapai 41 derajat Celcius.

Juru Bicara Kementerian Haji, Maria Assegaff, menegaskan bahwa larangan sementara ini diberlakukan demi menjaga keselamatan jiwa dan kesehatan jemaah selama menjalani rangkaian ibadah haji yang krusial di fase Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina).

“Jemaah Indonesia yang akan menuju Jamarat kami imbau tidak melaksanakan lontar jumrah pukul 10.00 hingga 14.00 WAS,” kata Maria dalam konferensi pers melalui kanal YouTube Kemenhaj, Kamis (28/5/2026).

Antisipasi Heatstroke dan Kepadatan Arus
Menurut Maria, paparan cuaca ekstrem di Mina pada jam-jam tersebut sangat berisiko memicu gangguan kesehatan serius bagi jemaah, seperti dehidrasi berat hingga serangan sengatan panas (heatstroke). Oleh karena itu, Kemenhaj meminta jemaah untuk tetap berlindung di dalam tenda atau maktab masing-masing selama periode waktu terlarang tersebut.

Selain faktor cuaca panas, pengaturan waktu ini juga dirancang secara taktis untuk mengurai kepadatan arus jemaah yang menuju Jamarat. Kemenhaj meminta seluruh jemaah untuk disiplin mematuhi jadwal yang telah ditetapkan serta mengikuti instruksi petugas di lapangan demi kelancaran bersama.

“Para jemaah harus tetap berada di dalam tenda dan mengikuti arahan petugas,” cetus Maria. Ia menambahkan bahwa kedisiplinan jemaah menjadi kunci utama dalam menjaga kenyamanan dan keselamatan kolektif selama fase Armuzna berlangsung.

Gunakan Jalur Atas dan Batasi Aktivitas Fisik
Sebagai langkah mitigasi penumpukan massa, Kemenhaj telah mengarahkan jemaah Indonesia untuk menggunakan Jalur 2 atau Jalur Atas menuju Jamarat. Jalur tersebut telah ditetapkan sebagai rute resmi yang dinilai lebih aman untuk mengurangi potensi kepadatan di jalur bawah.

READ  Utang Luar Negeri Indonesia Juli 2025 Capai USD432,5 Miliar, Rasio ke PDB Turun

Lebih lanjut, pihak Kemenhaj juga membagikan sejumlah tips kesehatan bagi jemaah di tanah suci:

1. Memperbanyak konsumsi air putih secara berkala agar terhindar dari dehidrasi.

2. Menjaga asupan nutrisi dengan makan tepat waktu.

3. Selalu menggunakan pelindung kepala (seperti payung atau topi) saat terpaksa beraktivitas di luar ruangan.

Membatasi aktivitas fisik yang tidak mendesak di luar tenda.

Perhatian Khusus untuk Jemaah Lansia dan Berisiko Tinggi
Kemenhaj memberikan atensi khusus kepada kelompok rentan, termasuk jemaah lansia, penyandang disabilitas, dan jemaah dengan kondisi kesehatan berisiko tinggi. Ketua rombongan serta sesama jemaah diimbau untuk aktif saling menjaga dan memberikan pendampingan yang intensif.

Di akhir penjelasannya, Maria memastikan bahwa seluruh fasilitas dan akomodasi pendukung bagi jemaah akan tetap siaga penuh.

“Seluruh layanan, mulai dari transportasi, konsumsi, akomodasi, kesehatan, hingga bimbingan ibadah dipastikan tetap berjalan optimal hingga seluruh rangkaian Armuzna selesai,” pungkasnya. (EYB)