JATIMAREA.COM – PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 9 Jember menutup 11 perlintasan liar sepanjang tahun 2026 sebagai upaya meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api dan pengguna jalan. Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk pencegahan terhadap potensi kecelakaan di perlintasan sebidang, terutama menjelang masa libur sekolah yang diperkirakan akan meningkatkan mobilitas masyarakat.
Manager Hukum dan Humas KAI Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro, mengatakan penutupan perlintasan liar merupakan salah satu langkah preventif yang terus dilakukan perusahaan untuk menciptakan perjalanan kereta api yang lebih aman.
“Ini dilakukan terutama menjelang masa libur sekolah yang diperkirakan akan meningkatkan mobilitas masyarakat,” ujar Cahyo, Senin (15/6/2026).
Ia menjelaskan, dari total 11 perlintasan liar yang telah ditutup sepanjang tahun ini, tiga berada di Kabupaten Jember, tujuh di Kabupaten Banyuwangi, dan satu lainnya berada di Kabupaten Probolinggo.
Menurut Cahyo, keselamatan tetap menjadi prioritas utama KAI dalam penyelenggaraan layanan transportasi perkeretaapian. Karena itu, penutupan perlintasan liar akan terus dilakukan secara bertahap sesuai hasil evaluasi di lapangan.
“Keselamatan merupakan prioritas utama KAI. Penutupan perlintasan liar menjadi langkah preventif yang terus kami lakukan untuk meminimalkan potensi kecelakaan,” katanya.
Data KAI Daop 9 Jember mencatat sepanjang tahun 2026 telah terjadi tiga insiden kecelakaan atau temperan di perlintasan sebidang yang berada di wilayah operasionalnya. Dua kejadian terjadi di Kabupaten Probolinggo, sedangkan satu insiden lainnya terjadi di Kabupaten Jember.
Dari seluruh kejadian tersebut, satu orang dilaporkan meninggal dunia dalam kecelakaan yang terjadi di wilayah Kabupaten Jember.
Berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan KAI, sebagian besar kecelakaan di perlintasan sebidang disebabkan oleh kelalaian pengguna jalan yang tidak mematuhi rambu-rambu lalu lintas maupun prosedur keselamatan saat melintasi jalur kereta api.
Karena itu, KAI Daop 9 Jember mengimbau masyarakat untuk selalu mengutamakan perjalanan kereta api ketika melintas di perlintasan sebidang. Pengguna jalan diminta menghentikan kendaraan sejenak dan memastikan kondisi benar-benar aman dengan melihat ke kanan dan kiri sebelum melintasi rel, baik di perlintasan yang dijaga maupun tidak dijaga.
“Karena itu, KAI Daop 9 Jember mengimbau masyarakat untuk selalu mendahulukan perjalanan kereta api saat melintas di perlintasan sebidang,” tambah Cahyo.
Selain melakukan penutupan perlintasan liar, KAI Daop 9 Jember juga terus menggencarkan sosialisasi keselamatan kepada masyarakat serta meningkatkan pengawasan di lapangan. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan perjalanan kereta api tetap aman, lancar, dan nyaman selama periode libur sekolah yang diprediksi mengalami peningkatan jumlah penumpang dan aktivitas masyarakat. (YVN)




