Bio Farma Resmi Gunakan CNG dari PGN Gagas, Tingkatkan Efisiensi dan Dukung Energi Bersih

JATIMAREA.COM – PT Bio Farma (Persero) dan PT Gagas Energi Indonesia (PGN Gagas) resmi menjalin kolaborasi strategis dalam pemanfaatan Compressed Natural Gas (CNG) di fasilitas produksi Bio Farma, Bandung, pada Rabu (15/7/2026). Langkah konkret ini menandai sinergi perdana antara induk Holding BUMN Farmasi tersebut dengan afiliasi Subholding Gas Pertamina dalam mempercepat transisi energi menuju bahan bakar yang lebih bersih dan berkelanjutan.

Peresmian kerja sama yang berlangsung di kompleks PT Bio Farma (Persero), Bandung, ini dihadiri langsung oleh jajaran direksi kedua perusahaan. Bagi Bio Farma, penggunaan CNG ini merupakan tonggak sejarah baru karena menjadi pemanfaatan gas bumi pertama di dalam ekosistem operasional produksinya.

Komitmen ESG dan Efisiensi Operasional hingga 40 Persen

Direktur Operasi PT Bio Farma (Persero), Iin Susanti, dalam sambutannya menegaskan bahwa kolaborasi ini merupakan wujud nyata komitmen perusahaan dalam menerapkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).

“Bio Farma berkomitmen untuk menerapkan implementasi prinsip ESG, salah satunya melalui pemanfaatan bahan bakar yang rendah emisi dan lebih ramah lingkungan seperti CNG,” ujar Iin.

Sebagai produsen vaksin terbesar di Asia Tenggara yang produknya telah menembus lebih dari 150 negara, Bio Farma membutuhkan pasokan energi yang sangat andal untuk menjaga kesinambungan lini produksinya. Melalui kemitraan ini, PGN Gagas akan menyalurkan CNG sebesar 300.000 $m^3$ per bulan. Pemanfaatan Gaslink (layanan CNG dari PGN Gagas) ini diproyeksikan mampu memberikan efisiensi biaya operasional hingga 40 persen bagi Bio Farma dibandingkan dengan sumber energi yang digunakan sebelumnya.

Memperluas Manfaat CNG ke Sektor Esensial

Direktur Utama PT Gagas Energi Indonesia, Santiaji Gunawan, menyampaikan bahwa kerja sama ini memperkuat posisi Gaslink sebagai solusi energi andal bagi sektor-sektor strategis nasional, khususnya sektor kesehatan publik.

READ  Apindo Jatim: Sinergi dan SDM Unggul Jadi Modal Hadapi Disrupsi Teknologi

“Kolaborasi dengan Bio Farma menjadi bagian dari komitmen kami memperluas manfaat CNG ke sektor-sektor esensial yang menopang kebutuhan dasar masyarakat, termasuk kesehatan. Keandalan pasokan energi di fasilitas produksi seperti Bio Farma sangat penting, karena menyangkut kesinambungan produksi yang berdampak langsung pada layanan kesehatan publik,” kata Santiaji.

Sebagai informasi, PGN Gagas merupakan anak usaha PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) yang bergerak khusus dalam penyediaan dan distribusi gas beyond pipeline melalui CNG dan Liquified Natural Gas (LNG). Layanan ini menyasar sektor industri dan komersial yang belum terjangkau oleh jaringan pipa gas bumi konvensional.

Hingga Juni 2026, PGN Gagas tercatat telah melayani lebih dari 600 pelanggan dengan total penyaluran energi hampir mencapai 11 BBTUD. Sinergi lintas holding BUMN ini menjadi contoh nyata bagaimana integrasi antar-ekosistem pelat merah dapat menghadirkan efisiensi operasional sekaligus mendukung pencapaian target penurunan emisi karbon nasional. (RHM)