Demo Mahasiswa UINSA, Rektor Muzakki Diminta Mundur dari Jabatannya

JATIMAREA.COM – Ratusan mahasiswa Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) menggelar aksi demonstrasi di lingkungan kampus, Rabu (16/9/2026). Dalam aksi tersebut, mahasiswa menyampaikan tuntutan evaluasi terhadap kepemimpinan Rektor UINSA, Prof. Akh. Muzakki, termasuk meminta yang bersangkutan mundur dari jabatannya.

Aksi tersebut berlangsung sehari setelah Akh. Muzakki dilantik Menteri Agama Nasaruddin Umar sebagai Rektor UINSA periode 2026–2030. Mahasiswa menyatakan penolakan terhadap kepemimpinan Muzakki dan meminta adanya perubahan kepemimpinan di UINSA.

Wakil Presiden BEM UINSA, Fadlurrakhman Fazle Purwardana, mengatakan mahasiswa ingin menyampaikan penolakan sekaligus meminta pergantian kepemimpinan dilakukan secara hormat.

“Kami menolak dan mengecam, dan kami juga ingin menurunkan secara hormat ya, secara pribadi dari Prof Muzakki ini kemudian turun jadi Rektor UIN Sunan Ampel Surabaya. Kami ingin kepemimpinan UINSA ke depan bisa menaungi dan mengayomi teman-teman mahasiswa maupun dosen,” ujar Fadlurrakhman.

Mahasiswa Soroti Kepemimpinan Rektor UINSA

Fadlurrakhman menyebut mahasiswa memiliki sejumlah keberatan terhadap kepemimpinan Muzakki. Ia menilai kepemimpinan rektor selama ini terlalu otoriter dan diktator.

Pernyataan tersebut merupakan penilaian dari pihak mahasiswa yang disampaikan dalam aksi. Selain itu, mahasiswa menyoroti pencopotan Dekan Fakultas Syariah dan Hukum yang menurut mereka dilakukan secara sepihak.

“Kami menilai beliau ini sangat otoriter dan sangat diktator. Banyak keberatan dari dosen-dosen utamanya yang kemudian sampai aspirasinya ke mahasiswa karena takut untuk menyuarakan,” katanya.

Sejumlah persoalan tata kelola kampus juga menjadi perhatian mahasiswa. Dalam aksi tersebut, mahasiswa meminta adanya evaluasi terhadap kebijakan yang dinilai berdampak terhadap aktivitas akademik maupun organisasi kemahasiswaan.

Persoalkan Penggunaan Fasilitas Kampus

Mahasiswa juga menyoroti kebijakan penggunaan fasilitas kampus. Salah satu yang dipersoalkan adalah kewajiban organisasi mahasiswa menyisihkan dana kegiatan ketika menggunakan fasilitas tertentu milik kampus.

READ  Mahasiswa HI UNEJ Raih Juara 3 Essay Competition ALSA English Fair 2025 di UNAIR

“Contoh kecil itu kita harus menyisihkan sedikit dana, seorang mahasiswa, utamanya ormawa, untuk menyewa Sport Center atau tempatlah di gedung. Beberapa persen dari penghasilan kegiatan kami itu harus diserahkan ke Pusat Bisnis,” ujar Fadlurrakhman.

Selain persoalan fasilitas, mahasiswa menyampaikan sejumlah tuntutan lain, di antaranya meminta pengusutan kasus Kopertais serta klarifikasi mengenai keterlambatan buku, Kartu Tanda Mahasiswa (KTM), dan almamater bagi mahasiswa baru.

Mereka juga mempersoalkan sejumlah aspek lain, seperti penerimaan mahasiswa baru, penerapan jam malam, Uang Kuliah Tunggal (UKT), hingga mekanisme peminjaman tempat di lingkungan kampus.

Pihak Kampus Sebut Aspirasi Telah Disampaikan

Dalam aksi tersebut, mahasiswa sempat mendesak Rektor UINSA menemui massa untuk memberikan tanggapan. Namun, pihak kampus menyatakan Akh. Muzakki sedang menjalankan tugas dinas di luar kampus.

Kepala Biro Administrasi Akademik, Kemahasiswaan, dan Kerja Sama UINSA, Aslamiyah, mengatakan aspirasi mahasiswa telah disampaikan kepada pimpinan kampus. Menurutnya, tindak lanjut atas tuntutan tersebut merupakan kewenangan pimpinan UINSA.

“Ya kita sampaikan, sudah disampaikan. Masalah selanjutnya kita serahkan pimpinan,” kata Aslamiyah.

Aksi mahasiswa UINSA tersebut menjadi bagian dari dinamika kampus setelah Muzakki kembali menjabat sebagai rektor untuk periode 2026–2030. Sebelumnya, penolakan terhadap pengangkatan kembali Muzakki juga disampaikan sejumlah dosen dan guru besar UINSA.

Hingga berita ini ditulis, tuntutan mahasiswa masih menunggu tindak lanjut dari pimpinan UINSA. (LUP)