Zona EAZI di Pelabuhan Tanjung Perak Dievaluasi, TTL Siapkan Integrasi Sistem Digital

JATIMAREA.COM – PT Terminal Teluk Lamong (TTL) bersama jajaran pemangku kepentingan kepelabuhanan Tanjung Perak menggelar Evaluasi Bersama Pelayanan Kapal dan Evaluasi Penerapan Zona EAZI (Express Anchorage Zone Service). Langkah strategis ini dilakukan untuk memperkuat sinergi serta meningkatkan kecepatan, kepastian, dan efisiensi pelayanan kapal di wilayah pelabuhan Tanjung Perak.

Kegiatan evaluasi tersebut diikuti oleh instansi terkait, meliputi Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Utama Tanjung Perak, Distrik Navigasi Tipe A Kelas I Tanjung Perak, Regional 3 PT Pelabuhan Indonesia (Persero), serta PT Pelindo Jasa Maritim.

Dampak Positif Zona EAZI: Efisiensi Pergantian Kapal dan Penurunan Port Stay

Direktur Utama PT Terminal Teluk Lamong, David Pandapotan Sirait, menegaskan bahwa percepatan pelayanan kapal merupakan komitmen kolektif seluruh pemangku kepentingan. Penerapan Zona EAZI terbukti memberikan dampak signifikan terhadap penurunan port stay dan optimasi durasi operasional kapal.

“TTL bersama seluruh pemangku kepentingan terus melakukan berbagai upaya untuk mempercepat pelayanan kapal melalui kolaborasi yang kuat guna menghadirkan pelayanan yang semakin cepat, aman, reliabel, dan kompetitif,” tutur David Sirait.

Capaian positif penerapan Zona EAZI tercatat di dua terminal utama:

– TPK Nilam (23 April – 31 Agustus 2026): Melayani 176 kapal dengan rata-rata waktu Ship-to-Ship (STS) berth changeover 2 jam 53 menit. Penerapan ini mendongkrak rata-rata kapal masuk dermaga dari 14 menjadi 17 kapal per periode, atau naik sebesar 21,4 persen.

– TPK Berlian (4 – 31 Agustus 2026): Uji coba pada 16 kapal mencatatkan rata-rata waktu STS 2 jam 24 menit, mendekati target standar emas pelayanan 2 jam.

Sinergi Stakeholder Kunci Utama Peningkatan Layanan

Group Head Pelayanan Kapal PT Pelabuhan Indonesia (Persero), Santoso, menekankan pentingnya evaluasi berkelanjutan demi kenyamanan para pengguna jasa logistik dan pelayaran.

READ  Les Éléphants Comeback Dramatis, Gabon Tumbang 3-2

“Kolaborasi antarpemangku kepentingan merupakan suatu keniscayaan untuk memberikan layanan terbaik kepada pengguna jasa. Evaluasi secara berkelanjutan penting dilakukan agar setiap improvement yang diterapkan benar-benar mampu meningkatkan kualitas layanan,” ungkap Santoso.

Dukungan serupa disampaikan oleh Kepala Kantor KSOP Utama Tanjung Perak, Agustinus Maun, yang mengapresiasi terobosan operasional di Terminal Teluk Lamong.

“Implementasi EAZI telah memberikan pengaruh yang signifikan dalam meningkatkan layanan kapal. Kolaborasi seluruh stakeholder menjadi kunci untuk terus menghadirkan pelayanan yang semakin baik bagi pengguna jasa,” jelas Agustinus.

Integrasi Sistem Digital lewat Aplikasi BESTI, PHINISI, dan Inaportnet

Guna mengoptimalkan Berthing Management, TTL terus memperkuat integrasi perencanaan tambat berbasis real time. Salah satunya melalui pengembangan aplikasi BESTI (Berth Allocation Efficiency & Support Terminal Integration).

Ke depan, aplikasi BESTI dirancang untuk terkoneksi langsung dengan sistem PHINISI, Inaportnet, dan Zona EAZI. Integrasi digital lintas platform ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem pelayanan kapal di Tanjung Perak yang transparan, presisi, serta berdaya saing tinggi. (NGA)