BTN Percepat Pemulihan Kredit Bermasalah, Lelang Aset Tembus Target 2025 Sejak Agustus

JATIMAREA.COM – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) memperkuat strategi pemulihan aset (asset recovery) melalui penjualan agunan kredit bermasalah dengan mekanisme lelang. Memasuki triwulan IV 2026, BTN menargetkan sebanyak 10.000 agunan dapat terdaftar untuk dilelang sepanjang tahun ini guna memperbaiki kualitas kredit dan menekan rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL).

Wilayah Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara menjadi salah satu penopang penting dalam strategi pemulihan aset BTN. Kawasan ini berkontribusi signifikan terhadap kinerja lelang nasional sekaligus memiliki potensi pasar properti yang dinilai menarik bagi investor maupun masyarakat.

SEVP Asset Management BTN Benjamin Sihombing mengatakan, perkembangan penjualan aset sepanjang 2026 menunjukkan tren positif dan masih sesuai dengan target perseroan.

“Kami menargetkan lelang mencapai 10.000 agunan sepanjang tahun ini. Saat ini, sebanyak 6.500 agunan telah terdaftar untuk dilelang. Pada triwulan IV ini, kami akan memenuhi target awal sebanyak 10.000 agunan. Hal ini berdampak positif terhadap perbaikan kualitas kredit BTN,” ujar Benjamin saat ditemui di Surabaya.

Menurut Benjamin, pencapaian tersebut didukung peningkatan efektivitas proses bisnis internal, perluasan jaringan investor melalui kerja sama dengan pihak eksternal, serta penguatan pemasaran melalui kanal digital.

BTN juga memperkuat koordinasi dengan para pemangku kepentingan, khususnya Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN), yang menjadi mitra strategis dalam pelaksanaan lelang aset.

Berbagai langkah tersebut mulai menunjukkan hasil. Sejak Agustus 2026, jumlah aset BTN yang berhasil terjual melalui lelang telah melampaui total pencapaian sepanjang 2025. Perseroan pun optimistis rasio keberhasilan lelang (success rate) secara nasional dapat mencapai 35% pada akhir 2026.

BTN Optimalkan Lelang untuk Percepat Pemulihan Aset

Dalam mengoptimalkan portofolio properti, BTN memprioritaskan mekanisme lelang karena dinilai mampu menghadirkan proses transaksi yang transparan, mudah, dan akuntabel bagi masyarakat maupun investor.

READ  KAI Umumkan Pergantian Jajaran Komisaris dan Direksi

Melalui lelang, calon pembeli memiliki kesempatan memperoleh aset properti dengan harga kompetitif melalui mekanisme penawaran yang terbuka. Proses tersebut juga memberikan kepastian hukum sesuai ketentuan yang berlaku.

Menurut Benjamin, transparansi dan kepastian dalam transaksi menjadi faktor penting untuk membangun kepercayaan masyarakat terhadap pembelian properti melalui lelang.

Di sisi lain, optimalisasi penjualan aset melalui lelang menjadi salah satu instrumen BTN untuk mempercepat pemulihan kredit bermasalah. Upaya ini diharapkan dapat mendukung perbaikan kualitas portofolio kredit secara berkelanjutan.

BTN juga terus mendorong pemahaman masyarakat mengenai pentingnya memenuhi kewajiban pembayaran kredit secara tertib dan lancar guna menghindari konsekuensi dari kredit bermasalah.

Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara Sumbang 40% Pokok Lelang Terjual

Kinerja wilayah Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara menjadi salah satu catatan positif dalam pelaksanaan lelang aset BTN. Pada 2025, wilayah tersebut meraih predikat sebagai pelelang terbaik di lingkungan Kantor Wilayah DJKN Jawa Timur serta Kantor Wilayah DJKN Bali dan Nusa Tenggara.

Kontribusi kawasan tersebut juga terlihat dari pelaksanaan lelang nasional. Porsi pelaksanaan lelang di wilayah Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara mencapai 23% dari total nasional, sedangkan nilai pokok lelang terjual menyumbang sekitar 40%.

Capaian tersebut memperlihatkan peran strategis kawasan ini dalam mendukung optimalisasi penjualan aset sekaligus mempercepat pemulihan kredit BTN.

Khusus Jawa Timur, potensi pasar properti dinilai masih menarik berkat ketersediaan aset lelang yang beragam, peluang investasi, serta minat masyarakat untuk mengikuti lelang.

Kondisi tersebut menjadi peluang bagi BTN untuk memperluas jangkauan pemasaran dan meningkatkan penjualan aset, sekaligus memperkuat upaya perbaikan kualitas kredit di kawasan tersebut.

Perluas Pemasaran Digital dan Siapkan Pembiayaan KPR Maju

READ  Persela Lamongan Bungkam Persiba Balikpapan 3-0, Mental Tangguh Jadi Kunci Kemenangan

Untuk menjaga momentum pertumbuhan hingga akhir 2026, BTN menyiapkan sejumlah strategi guna meningkatkan rasio keberhasilan lelang yang saat ini berada di kisaran 21% menuju target 35%.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah memperluas pemasaran digital melalui aplikasi Bale by BTN, situs Bale Lelang, media sosial, serta portal properti seperti Rumah123 dan Pinhome.

BTN juga memperkuat sinergi kelembagaan dengan DJKN dan jajaran Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL), serta Badan Pertanahan Nasional (BPN). Pemasaran aset turut dilakukan secara proaktif dan edukatif melalui kerja sama dengan agen properti.

Selain memperluas akses informasi, BTN menyediakan kemudahan pembiayaan melalui skema KPR Maju bagi masyarakat yang berminat membeli aset lelang, tetapi belum memiliki dana tunai yang mencukupi.

Melalui fasilitas tersebut, calon pembeli dapat memanfaatkan pembiayaan dengan suku bunga kompetitif, jangka waktu kredit yang optimal, uang muka ringan, serta proses pengajuan yang mudah.

Strategi ini diharapkan dapat memperluas basis calon pembeli, meningkatkan minat terhadap aset lelang, dan mendorong kenaikan rasio keberhasilan penjualan.

“Lelang merupakan metode penjualan aset yang efektif. Karena itu, lelang akan tetap menjadi salah satu program kerja dan strategi utama BTN ke depan untuk mewujudkan perbaikan kualitas kredit yang berkelanjutan,” tutup Benjamin.

Dengan penguatan pemasaran digital, sinergi kelembagaan, dan dukungan pembiayaan, BTN optimistis optimalisasi lelang dapat terus meningkatkan penjualan aset hingga akhir 2026. Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya perseroan memperbaiki kualitas kredit dan menjaga kinerja bisnis secara berkelanjutan. (GOT)