JATIMAREA.COM – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi memperkuat upaya penanggulangan tuberkulosis (TBC) dengan melibatkan pemerintah desa dan kelurahan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui deklarasi desa dan kelurahan siaga TBC yang disaksikan Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Benjamin Paulus Octavianus, Sabtu (24/10/2026).
Deklarasi ini menjadi langkah strategis untuk mempercepat penanganan TBC melalui pendekatan berbasis wilayah. Upaya tersebut mencakup deteksi dini, pemeriksaan, pengobatan pasien sesuai standar, hingga pencegahan penularan di lingkungan keluarga dan masyarakat.
Deklarasi dibacakan Ketua Asosiasi Kepala Desa Kabupaten Banyuwangi, Budiharto. Melalui komitmen tersebut, seluruh kepala desa dan lurah menyatakan kesiapan untuk terlibat aktif dalam penanggulangan TBC secara terpadu dan berkelanjutan.
Budiharto mengatakan, pemerintah desa dan kelurahan akan mendorong pelaksanaan berbagai langkah penanganan TBC, mulai dari menemukan kasus lebih awal hingga memastikan pasien menjalani pengobatan secara teratur.
“Mendorong pelaksanaan deteksi dini, pemeriksaan, pengobatan sesuai standar, investigasi kontak, pemberian terapi pencegahan, serta pemantauan kepatuhan pengobatan,” kata Budiharto, Kamis (29/10/2026).
Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus menegaskan, pemberantasan TBC menjadi salah satu program prioritas pemerintah. Pasalnya, Indonesia masih menghadapi beban kasus TBC yang tinggi sehingga membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
Menurut Benjamin, pendekatan penanggulangan TBC perlu diperkuat. Penanganan tidak cukup hanya berfokus pada pengobatan pasien yang sudah terdiagnosis, tetapi juga harus mengutamakan pencegahan penularan dan penemuan kasus sedini mungkin.
“Kita kasus TBC-nya nomor dua di dunia. Bayangkan negara kita begitu besar, kasus TBC-nya begitu tinggi, maka kasus TBC harus diberantas,” tegas Benjamin.
Kemenkes Tambah Empat Unit X-Ray untuk Deteksi TBC di Banyuwangi
Sebagai bentuk dukungan terhadap percepatan penanganan TBC, Kementerian Kesehatan menambah bantuan peralatan diagnostik untuk Kabupaten Banyuwangi. Bantuan tersebut mencakup empat unit alat X-ray yang akan ditempatkan di sejumlah puskesmas.
Penambahan peralatan ini diharapkan memperkuat kemampuan fasilitas kesehatan tingkat pertama dalam melakukan pemeriksaan dan mendeteksi pasien yang terindikasi TBC.
Dengan ketersediaan alat diagnostik yang lebih memadai, masyarakat diharapkan semakin mudah mengakses pemeriksaan. Selain itu, pasien yang menunjukkan indikasi TBC dapat segera mendapatkan pemeriksaan lanjutan dan penanganan sesuai standar medis.
“Jadi tidak ada lagi alasan untuk mendiagnosis pasien TBC karena tidak ada alat di puskesmas,” ujar Benjamin.
Dukungan fasilitas diagnostik tersebut juga diharapkan mempercepat penemuan kasus TBC, terutama di wilayah yang selama ini masih menghadapi keterbatasan akses pemeriksaan.
Bupati Ipuk Perluas Skrining untuk Temukan Kasus TBC
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan, skrining atau pemeriksaan secara aktif menjadi salah satu kunci penting dalam upaya menekan penyebaran TBC.
Menurutnya, penemuan kasus harus terus diperluas agar masyarakat yang terinfeksi tetapi belum menunjukkan gejala atau belum terdiagnosis dapat segera diketahui dan memperoleh pengobatan.
Pemerintah daerah juga akan memperkuat penelusuran kontak di lingkungan keluarga maupun orang-orang yang memiliki riwayat kontak erat dengan pasien TBC.
Langkah ini penting untuk memutus rantai penularan sekaligus mencegah munculnya kasus baru di lingkungan masyarakat.
“Maka kita akan cari terus, kita akan lakukan skrining terus agar kasus-kasus yang tidak terlihat muncul dan bisa segera diobati,” kata Ipuk.
Ipuk mengapresiasi dukungan Kementerian Kesehatan dalam memperkuat penanggulangan TBC di Banyuwangi, termasuk melalui penambahan peralatan diagnostik di puskesmas.
Dukungan tersebut diharapkan semakin memotivasi petugas kesehatan, pemerintah desa dan kelurahan, serta seluruh tim di lapangan untuk meningkatkan penemuan kasus dan pencegahan penularan.
Melalui deklarasi desa dan kelurahan siaga TBC, Banyuwangi menargetkan penanggulangan penyakit tersebut dapat berjalan lebih terkoordinasi. Keterlibatan pemerintah hingga tingkat desa diharapkan membuat deteksi dini, pendampingan pengobatan, dan edukasi pencegahan TBC semakin dekat dengan masyarakat. (UOL)




