JATIMAREA.COM – Perjalanan musisi kenamaan Bimbim Slank di Kabupaten Banyuwangi menyisakan banyak kenangan manis. Hadir kembali dalam rangkaian Berani Kita Beda Tour (Tour ke-10 Hey Slank) di Pantai Boom Marina pada Minggu (1/11/2026) malam, drummer Slank ini mengapresiasi pesatnya perkembangan infrastruktur serta pariwisata di Bumi Blambangan.
Kenangan dan apresiasi tersebut disampaikan Bimbim saat disambut hangat oleh Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, di Bandara Banyuwangi pada Sabtu (31/10/2026). Rombongan Slank yang diwakili oleh Bimbim, Kaka (vokalis), dan Ivanka (bassis) menyapa langsung jajaran pemerintah daerah, sementara dua gitaris mereka, Abdee dan Ridho, dijadwalkan menyusul.
Pangling Perubahan Banyuwangi Sejak 1992
Bimbim mengungkapkan bahwa dirinya sudah berulang kali datang dan menggelar konser di Banyuwangi. Mengingat kembali kunjungan pertamanya pada tahun 1992, Bimbim mengaku pangling dengan pesatnya ketersediaan fasilitas akomodasi dan pariwisata saat ini.
“Banyuwangi sudah berubah banget ya. Dulu cuma ada satu, sekarang di mana-mana ada hotel bagus-bagus,” ujar Bimbim, Sabtu (31/10/2026).
Bupati Ipuk Fiestiandani turut menyampaikan rasa gembiranya atas kehadiran kembali grup musik legendaris tersebut. “Selamat datang kembali di Banyuwangi. Selamat menikmati keindahan Banyuwangi,” tutur Ipuk saat menyambut para personel.
Nostalgia Sego Tempong Bersama Mendiang Bunda Iffet
Selain perkembangan kota yang kian modern, kuliner khas Banyuwangi menjadi salah satu hal yang paling melekat di ingatan Bimbim. Ia secara khusus mengenang kelezatan Sego Tempong, kuliner pedas khas daerah tersebut yang pernah ia santap bersama ibunya, mendiang Bunda Iffet, saat tur perayaan 30 tahun Slank pada 2013 silam.
“Iya dulu sama Bunda. Sedih sih, tapi ya kalau saya ingat Banyuwangi tuh ingatnya nasi tempong. Sambelnya bikin nagih,” kenang Bimbim emosional.
Jelajah Wisata Sejarah dan Budaya di Pendopo Sabha Swagatha
Setelah penyambutan di bandara, rombongan Slank didampingi Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono melanjutkan agenda dengan mengunjungi Pendopo Sabha Swagatha Blambangan.
Dalam kunjungan tersebut, personel Slank diajak berkeliling melihat kekayaan sejarah lokal, mulai dari:
1. Guest House Bunker: Bangunan unik yang biasa digunakan untuk menyambut tamu-tamu kehormatan.
2. Sumur Sritanjung: Situs bersejarah yang erat kaitannya dengan legenda asal-usul nama Banyuwangi.
3. Rumah Tradisional Suku Osing: Arsitektur rumah adat masyarakat asli Banyuwangi.
Kehadiran Slank dalam konser di Pantai Boom Marina menjadi bukti eratnya jalinan silaturahmi antara Slankers dan keindahan alam serta budaya Banyuwangi. (USE)




