Pendaki Gunung Bulusaraung Temukan Enam Serpihan Diduga Pesawat ATR

JATIMAREA.COM – Pendaki gunung menemukan enam serpihan yang diduga kuat merupakan bagian dari pesawat jenis ATR di lereng Gunung Bulusaraung, Sulawesi Selatan. Temuan penting tersebut berada di wilayah Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) dan ditemukan pada Sabtu, 17 Januari 2026.

Tim pencarian dan pertolongan (SAR) gabungan segera mengevakuasi seluruh material asing yang ditemukan para pendaki. Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pangkep, Muhammad Arsyad, membenarkan adanya temuan enam keping puing yang diduga berasal dari pesawat.

“Ada enam serpihan, kalau tidak salah,” ujar Muhammad Arsyad saat dikonfirmasi.

Ia menjelaskan, seluruh serpihan tersebut telah dibawa ke Desa Tompobulu untuk keperluan identifikasi lebih lanjut. Dari hasil pengamatan awal petugas lapangan, salah satu bagian yang ditemukan menyerupai dinding luar badan pesawat.

“Paling dinding luarnya, serpihan pesawat. Sama ada buku pilot,” ucapnya.

Arsyad menambahkan, petugas gabungan telah mengevakuasi temuan tersebut ke sejumlah titik, termasuk pos pendakian. BPBD bersama unsur terkait juga mendirikan posko di sekitar lokasi untuk memudahkan koordinasi dan mempercepat proses evakuasi serta pencarian lanjutan.

Sementara itu, Kepala Desa Tompobulu, Kadir, mengonfirmasi bahwa serpihan pesawat pertama kali ditemukan oleh kelompok pendaki gunung. Para pendaki melaporkan adanya kepingan logam, kertas, serta lembaran dokumen yang diduga kuat berasal dari pesawat.

“Ada beberapa kepingan, ada logo lambang Garuda, ada potongan kertas. Betul itu, sekarang ada di pos registrasi,” kata Kadir.

Hingga saat ini, tim pencarian masih terus menyisir lokasi hilangnya kontak pesawat meski belum ada keterangan resmi terkait titik utama penemuan pesawat. Proses pencarian dihadapkan pada sejumlah kendala, terutama cuaca berkabut serta kondisi geografis pegunungan yang terjal dan sulit dijangkau.

READ  KPK Periksa Mantan Direktur Telkom Terkait Dugaan Korupsi Proyek Digitalisasi SPBU Pertamina

Pesawat bernomor seri 611 tersebut sebelumnya dilaporkan terbang dari Bandara Adi Sucipto Yogyakarta menuju Makassar. Kontak dengan pesawat terputus sebelum mencapai landasan pacu Bandara Internasional Sultan Hasanuddin pada siang hari.

Kepala Bagian Humas Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Endah Purnama Sari, menjelaskan kronologi kejadian berdasarkan data pemandu lalu lintas udara. Menurutnya, petugas Air Traffic Control (ATC) Makassar sempat memberikan arahan pendekatan ke landasan pacu pada pukul 04.23 UTC.

Namun, pesawat teridentifikasi tidak berada di jalur pendekatan yang seharusnya sehingga ATC memberikan arahan koreksi. Tak lama berselang, petugas mendeklarasikan fase kondisi darurat dan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk melakukan upaya pencarian.

“ATC selanjutnya menyampaikan beberapa instruksi lanjutan guna membawa pesawat kembali ke jalur pendaratan yang sesuai dengan prosedur,” ujar Endah. (CSD)