JATIMAREA.COM – Pasokan elpiji 3 kilogram (kg) di Kabupaten Banyuwangi mengalami gangguan akibat kendala teknis pada proses pengisian dan distribusi menuju Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE). Imbasnya, stok gas bersubsidi di sejumlah pangkalan kawasan pusat kota ludes, hingga membuat warga kesulitan memenuhi kebutuhan harian.
Kelangkaan ini telah dikeluhkan masyarakat di beberapa wilayah, khususnya di Kecamatan Banyuwangi, sejak akhir pekan lalu.
Salah seorang warga Kelurahan Sobo, Udin, mengaku kesulitan mendapatkan gas melon tersebut meski sudah mendatangi belasan pangkalan.
“Stok kosong semua. Saya keliling ke sekitar sepuluh pangkalan dan subpangkalan, tapi tidak ada stoknya semua,” ujar Udin, Rabu (2/9/2026).
Dampak serupa dirasakan oleh Sofyan, seorang pedagang kopi di Kelurahan Tamanbaru. Usahanya sempat terganggu karena pasokan gas habis di tengah jam berdagang.
“Kosong semua. Akhirnya saya tidak jadi beli,” kata Sofyan.
Kendala Teknis Pengisian dan Pasokan Tambahan
Menanggapi situasi tersebut, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan Kabupaten Banyuwangi, Heni Sugiharti, membenarkan adanya hambatan pada rantai pasok elpiji bersubsidi ke wilayahnya.
Menurut Heni, gangguan teknis terjadi saat proses pengisian tangki dan pengiriman menuju SPBE lokal, yang memicu keterlambatan pengiriman ke pangkalan-pangkalan masyarakat.
Guna mengatasi kekosongan stok, Pertamina bergerak cepat dengan menyalurkan pasokan darurat yang didatangkan langsung dari Kabupaten Gresik.
“Hari ini informasi dari Pertamina ada delapan tangki yang didatangkan dari Gresik dengan kapasitas per tangki 15 ribu kilogram untuk pengisian 3.920 tabung LPG 3 kilogram,” terang Heni.
Meski demikian, Heni mengakui armada tambahan tersebut belum sepenuhnya menutupi total kebutuhan elpiji warga Banyuwangi secara keseluruhan. Pihak Pemkab Banyuwangi terus berkoordinasi intensif dengan Pertamina agar alokasi kuota normal dapat segera pulih.
“Kami terus berupaya agar kuota untuk Banyuwangi dapat segera terpenuhi,” tegasnya. (BPS)




