JATIMAREA.COM – Badan Gizi Nasional (BGN) melakukan efisiensi anggaran sebesar Rp30 triliun untuk pelaksanaan program pada 2027. Setelah penyesuaian tersebut, pagu anggaran akhir BGN ditetapkan sebesar Rp240,20 triliun yang sebagian besar diarahkan untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Besaran anggaran tersebut disampaikan Kepala BGN Sudaryono dalam rapat bersama Komisi IX DPR RI di Jakarta, Kamis (3/9/2026). Dalam pertemuan tersebut, BGN memaparkan rencana kerja dan anggaran lembaga untuk 2027.
Sudaryono menjelaskan, penetapan anggaran BGN melalui dua tahapan, yakni Pagu Indikatif dan Pagu Anggaran. Berdasarkan Surat Bersama Pagu Indikatif, anggaran BGN sebelumnya mencapai Rp270,20 triliun.
Namun, setelah melalui proses pembahasan dan penyesuaian, Pagu Anggaran BGN ditetapkan menjadi Rp240,20 triliun. Angka tersebut kemudian menjadi dasar penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran BGN 2027.
“Pagu Indikatif berdasarkan Surat Bersama Pagu Indikatif sebesar Rp270,20 triliun, sedangkan Pagu Anggaran berdasarkan Surat Bersama Pagu Anggaran sebesar Rp240,20 triliun. Angka Rp240,20 triliun inilah yang menjadi dasar Rencana Kerja dan Anggaran yang kami sampaikan pada hari ini,” ujar Sudaryono.
Dari total anggaran tersebut, sebesar Rp232,88 triliun atau sekitar 96,95 persen dialokasikan untuk Program Pemenuhan Gizi Nasional. Sementara itu, Rp7,33 triliun atau 3,05 persen digunakan untuk Program Dukungan Manajemen.
Khusus untuk pelaksanaan program makan bergizi, BGN mengalokasikan sekitar Rp232,50 triliun. Anggaran tersebut mencakup penyediaan makanan bergizi bagi peserta didik, guru, tenaga kependidikan, serta kelompok ibu dan balita.
Sudaryono mengatakan penyusunan anggaran dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan penyelenggaraan program secara menyeluruh. Selain penyediaan makanan, pembiayaan juga diarahkan untuk memperkuat sistem pendukung agar pelaksanaan program dapat berjalan secara berkelanjutan.
“Di dalamnya juga terdapat dukungan terhadap sistem informasi, promosi dan edukasi, kerja sama dan kemitraan, pemberdayaan masyarakat, pemantauan dan pengawasan, serta penguatan tata kelola,” kata Sudaryono.
Pada 2027, program pemenuhan gizi nasional ditargetkan menjangkau 72.464.886 penerima manfaat. Sasaran tersebut terdiri atas 60.599.777 peserta didik serta 11.865.109 kelompok ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
Jumlah penerima manfaat yang ditargetkan tersebut lebih tinggi dibandingkan sasaran dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) yang mencapai 64,94 juta orang.
Dengan alokasi anggaran tersebut, BGN menyiapkan penguatan tata kelola dan pengawasan program untuk memastikan pelaksanaan serta distribusi makanan bergizi berjalan sesuai sasaran. Efisiensi anggaran diharapkan tetap dapat diikuti dengan optimalisasi pelaksanaan program pemenuhan gizi masyarakat pada 2027. (QDL)




